Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (BEM UKI) menyatakan sikap terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dengan menyampaikan apresiasi sekaligus seruan perbaikan terhadap institusi penegak hukum tersebut.
Dalam pernyataannya, BEM UKI memberikan penghargaan atas pendekatan pengamanan aksi mahasiswa yang belakangan ini dinilai lebih persuasif dan humanis. Sikap ini dianggap sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam menjunjung tinggi hak-hak konstitusional warga negara, khususnya dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kecepatan Polri dalam memberantas tindak pidana seperti narkoba, kejahatan siber, dan berbagai bentuk kriminalitas lainnya menunjukkan semangat dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat,” ujar perwakilan BEM UKI, Harianja.
Selain itu, Polri dinilai semakin terbuka menjalin kolaborasi dengan organisasi mahasiswa, termasuk dalam program edukasi hukum, literasi digital, dan pencegahan radikalisme. Kerja sama ini dipandang penting untuk memperkuat kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Namun demikian, BEM UKI juga menyampaikan sejumlah catatan kritis. Di antaranya adalah masih adanya oknum aparat yang diduga menyalahgunakan wewenang. Hal ini, menurut mereka, harus menjadi perhatian serius melalui penegakan disiplin dan transparansi dalam setiap proses pemeriksaan internal.
“Polri harus menjaga netralitas, terlebih dalam tahun politik ini. Institusi kepolisian tidak boleh menjadi alat kepentingan kelompok tertentu,” tegas Harianja.
Lebih lanjut, BEM UKI mendesak agar proses hukum dijalankan secara adil tanpa tebang pilih, demi menciptakan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.








