Bendera Jolly Roger sebagai Bahasa Perlawanan: YLBHI Tegaskan Kebebasan Ekspresi

Nasional402 views

Jakarta – Pengibaran bendera Jolly Roger atau simbol bajak laut dari serial anime One Piece dalam aksi protes sopir logistik dan ojek online di pelabuhan memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian pihak menuding aksi tersebut sebagai bentuk “penghinaan simbol negara”. Namun, Ketua YLBHI, M. Isnur justru membela keras aksi itu.

Dalam wawancara eksklusif di kantor YLBHI, Isnur menegaskan bahwa bendera One Piece bukanlah simbol makar, melainkan bentuk kritik kreatif generasi muda terhadap ketidakadilan.

“Ini ekspresi cinta NKRI, tapi dengan bahasa anak muda. Tema di One Piece itu soal keadilan, persatuan, dan melawan kezaliman. Kenapa bendera partai, ormas, bahkan klub bola boleh dikibarkan, tapi bendera anime dianggap masalah? Gibran saja pakai kaos One Piece waktu kampanye, apa itu juga makar?” ujarnya, hari ini

Isnur menekankan, selama bendera Merah Putih tetap berada di tiang tertinggi, rakyat bebas mengibarkan simbol lain sebagai bentuk ekspresi. Ia bahkan menilai pemerintah keliru jika merespons aksi tersebut dengan ancaman pidana.

“Pemerintah harusnya minta maaf, bukan malah ancam pidana. Masalahnya bukan di benderanya, tapi di kegagalan pemerintah menciptakan keadilan,” tegasnya.

Isnur membeberkan fakta lapangan: sopir truk terpaksa mengantre hingga tiga hari dengan kemacetan 10 kilometer di pelabuhan, sementara pengemudi ojol dan buruh terus dirugikan kebijakan yang tidak pro-rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *