Jakarta – Dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks menjelang tahun 2025, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menciptakan suasana kerja yang kondusif dan harmonis.
Melalui pernyataan resminya, GSBI menyampaikan kesiapan untuk mengambil peran aktif dalam merespons dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Organisasi buruh ini juga menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang beradab, saling menghormati, dan dilandasi semangat kolaborasi antara pekerja dan pengusaha.
“Hubungan kerja yang harmonis adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi masa depan. Kami mengajak seluruh pihak untuk bergandeng tangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” ujar perwakilan GSBI.
GSBI juga menyoroti pentingnya sinergi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja sebagai fondasi utama dalam menciptakan iklim kerja yang stabil. Menurut GSBI, kolaborasi efektif dari ketiga pilar tersebut sangat menentukan keberhasilan implementasi kebijakan ketenagakerjaan yang berkeadilan dan bermanfaat bagi semua pihak.
Tak hanya itu, GSBI juga menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga situasi kondusif, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat secara umum. Diharapkan, kerja sama lintas sektor ini mampu mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, GSBI mengajak seluruh elemen masyarakat – mulai dari pekerja, pengusaha, pemerintah, hingga masyarakat umum – untuk bersama-sama menjaga iklim kerja yang aman dan kondusif. “Dengan komitmen bersama, kita bisa wujudkan suasana kerja yang sehat dan produktif demi kemajuan bangsa menuju tahun 2025,” tegas GSBI.








